Nasehat Imam AlJazari bagi Pembaca Quran Share

Di ambil dari bait matan aljazariyyah bab At-Tajwid
Berkata Imam
• مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرَآنَ آثِمُ, وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لازِمُ
Dan berpegang kepada tajwid merupakan suatu keharusan, barang siapa yang membaca quran tanpa tajwid maka berdosa
• وَهَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلاَ َ, لأَنَّهُ بِهِ الإِلَهُ أَنْزَلا
Dikarenakan Allah menurunkan alquran dengan tajwid dan seperti itu lah bacaannya sampai kepada kita
• وَزِيْنَةُ الأَدَاءِ وَالْقِرَاءَةِ, وَهُوَ أَيْضًا حِلَْيةُ التِّلاَوَةِ
Dan juga perhiasan bagi bacaan serta memperindah penyampaian dan bacaan
• مِنْ صِفَةٍ لَهَا وَمُستَحَقَّهَا, وَهُوَ إِعْطَاءُ الْحُرُوفِ حَقَّهَا


Dan tajwid ialah memberikan hak bagi huruf berupa sifat-sifat yang dimiliki dan memberikan mustahaqnya (yang berhubungan dengan huruf lain)
• وَاللَّفْظُ فِي نَظِيْرِهِ كَمِثْلهِ, وَرَدُّ كُلِّ وَاحِدٍ لأَصْلِهِ
Dan mengembalikan setiap huruf-huruf itu ke (makhroj) asalnya, dan pengucapan harus sama pada lafazh yang semisal
• بِاللُّطْفِ فِي النُّطْقِ بِلاَ تَعَسُّفِ, مُكَمِّلاً مِنْ غَيْرِ مَا تَكَلُّفِ
Menyempurnakan (pengucapan) tanpa memberatkan diri, pengucapan secara lembut namun tidak secara serampangan
• إِلاَّ رِيَاضَةُ امْرِئٍ بِفَكِّهِ, وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ تَرْكِهِ
Dan tidaklah yang membedakan antara (yang menggunakan) tajwid dengan yang meninggalkan tajwid kecuali karena melatih ( membiasakan latihan) pada rahangnya

Faedah,
1. Mempraktekkan tajwid adalah fardlu ‘ain, dan berdosa bagi yang sengaja meninggalkannya. Adapun mempelajari ilmu tajwid maka fardlu kifayah
2. Alquran diturunkan dan dibaca dari permulannya adalah dengan tajwid, dan dengan tajwid pulalah kita harus membaca alquran
3. Dengan tajwid akan memperindah bacaan quran
4. Setiap huruf memiliki haq dan mustahaq, haq yang berkaitan dengan shifat dan makhroj itu sendiri adapun mustahaq adalah yang berkaitan dengan huruf lain (contoh, seperti hukum nun sukun bertemu dengan huruf hijaiyah)
5. Setiap pengucapan huruf harus memperhatikan makhroj asalnya
6. Pengucapan itu antara lafazh yang sama harus seragam, misal mad jaiz ketika di awal menggunakan 4 harokat maka untuk mad jaiz seterusnya harus 4 harokat,
7. Pengucapan huruf itu harus sempurna, diucapkan secara lembut tanpa memberatkan diri dalam mengucapkan
8. Baiknya dalam membaca quran tidaklah bisa dicapai melainkan dengan terus menerus melatih dan membiasakan rahang.

untuk lebih lanjut bisa lihat syaroh matan aljazariyyah oleh syaikh mahmud ‘abdussalaam

الروضة الندية

wallohu a’lam

http://www.facebook.com/notes/faizal-lfyl-firmansyah/nasehat-imam-aljazari-bagi-pembaca-quran/10150152269775556

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: