Mendonor, Baik untuk Kesehatan

PARIGI- Kebiasaan orang melakukan donor darah pada setiap tiga bulan sekali adalah salah satu faktor penentu hidup sehat. Sebab dalam rentang waktu tersebut, sel-sel darah merah di dalam tubuh akan melakukan regenerasi. Di saat itu, seharusnya orang melakukan donor darah untuk mengeluarkan darah mereka yang akan diganti sel darah yang lebih muda.

Hal itu dikatakan Direktur RSU Anuntaloko Parigi, dr. Agus. S. Hadi, kepada Radar parimo, beberapa hari lalu.

Agus mengatakan, dalam tubuh setiap manusia, ada banyak sel darahm termasuk diantaranya sel darah putih atau hemoglobin, sel darah merah atau trombosit dan sel darah lainnya yang semuanya mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda.

“Semuanya itu, punya batasan waktu bekerja yakni sekitar 90 hari lamanya atau tiga bulan. Lalu saat tiba masanya, maka sel-sel darah tersebut akan dihancurkan oleh tubuh dan jika ada sel-sel darah yang tua masih dibutuhkan fungsi, maka akan mendaur ulang sel tersebut. Sedangkan sel-sel darah muda akan muncul untuk menggantikan tugas para sel-sel darah sebelumnya,” jelasnya panjang lebar.

Hubungannya dengan kesehatan manusia menurut Sekretaris PMI Cabang Parimo ini adalah jika dalam waktu yang bersamaan yakni saat pergantian sel-sel darah dan orang yang bersangkutan melakukan donor darah maka secara otomatis, sel-sel darah yang tadinya sudah tua, akan tersedot keluar dan digantikan dengan sel-sel darah yang baru tanpa adanya sistim daur ulang.

“Iimplikasinya adalah bagi mereka yang sering melakukan donor darah, tubuh mereka lebih terlihat padat dan gerakannya lebih lincah,”imbuhnya.

Hanya saja tambah dr Agus, untuk daerah Kabupaten Parimo, masih sedikit orang yang memahami hal tersebut, sehingga aktivitas donor darah di wilayah ini, masih terbilang langka.

“Padahal jika mereka mengetahui manfaatnya, saya yakin banyak instansi ataupun lembaga independen lainnya, akan memasukkan program donor darah dalam setiap aktivitas bhakti sosialnya. Padahal aktivitas donor darah itu secara tidak langsung ikut membantu saudara kita yang mungkin di saat yang bersamaan tengah membutuhkan darah untuk kelangsungan hidupnya,” katanya.

Sesuai peraturan internasional yang diterapkan oleh palang merah, untuk takaran setiap kantong darah yang dipakai yakni 350 cc perkantong dengan lama waktu penyimpanan, selama satu bulan di dalam blood carry. (mbh)

http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Parimo-Touna-Banggai&id=57763

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: