JK: “TIDAK ADA JUAL BELI DARAH DI PMI”

Jambi, Ketua Umum Palang Merah Indonesia H.Muhamad Jusuf Kalla (JK) menegaskan tidak ada jual beli darah di Palang Merah Indonesia (PMI). Pernyataan ini disampaikannya saat diwawancarai wartawan setelah acara kunjungan kerjanya ke Palang Merah Indonesia Provinsi Jambi, Jumat (12/2) bertempat di ruang kantor Gubernur Jambi.

“ PMI tidak mengenal adanya jual beli darah yang ada hanya biaya pengganti, hal ini sering terjadi jika kurang donor sukarela maka yang terjadi donor pengganti biasanya dari keluarga atau orang lain, maka kita harus meningkatkan donor sukarela supaya tidak terjadi jual beli darah ”tegasnya.

Pada kunjungan kerja ini juga ketua PMI mengadakan acara tatap muka dengan Gubernur Jambi Drs. Zulkifli Nurdin yang diwakili oleh Sekda Provinsi Jambi, Drs. AM Firdaus, MSi yang juga sekaligus sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia Provinsi Jambi dan seluruh jajaran pengurus PMI Porvinsi Jambi Kabupaten/kota se-Provinsi Jambi beserta relawan PMI.

Dalam sambutannya JK menekankan pentingnya peranan PMI sebagai duta kemanusiaan yang berkerja di seluruh dunia yang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan umat manusia secara keseluruhan.

“ Pengurus PMI harus bekerja dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa kita dan umat kita secara keseluruhan karena sesuai dengan mars PMI tugas kita adalah untuk mengantarkan jasa kepada seluruh umat manusia di seluruh dunia” tegasnya.

JK juga menegaskan perlunya bersama-sama mengembangkan Palang Merah yang mempunyai fungsi kemanusiaan yang terkadang lebih besar dibutuhkan jika terjadi masalah. Utuk itu JK meminta PMI untuk selalu siap siaga menghadapi masalah kemanusiaan melalui persiapan dan pelatihan yang dilakukan setiap saat.

“ Untuk menghadapi proses jika terjadi masalah kemanusiaan diperlukan penjagaan persiapan dan pelatihan, mau ada masalah atau tidak karena itu fungsi yang terus menerus diharapkan yaitu fungsi menjalankan amanah dan tugas Negara, yaitu melaksanakan dan mengatur transfusi darah atau donor darah dan ini merupakan tugas nasional yang diberikan oleh negara kepada Palang Merah, dan jika dikaitkan dengan agama ini adalah wajib bukan sunah,” tegasnya.

JK juga mengingatkan peranan PMI yang berbeda dengan partai politik yang hanya membantu penanganan bencana jika mendekati masa Pemilihan Umum ataupun Pilkada. Menurut JK inilah peranan yang membedakan yaitu siap terus menerus dan siap secara politis.

“Jika terjadi bencana maka akan banyak organisai yang membantu mulai dari Pemerintah Daerah, tentara, dan berbagai organisasi masyarakat. Dan jika menghadapi Pemilu akan ada banyak partai yang memasang bendera, tetapi jika tidak pemilu dan terjadi bencana tidak ada bendera yang terpasang. Dan inilah yang membedakan peranan PMI ada pemilu ataupun PMI akan datang untuk memberikan bantuan, JK inilah peranan yang membedakan yaitu siap terus menerus dan siap secara politis.” Ungkapnya.

JK mengungkapkan bahwa PMI juga harus mengambil peranan penting dalam penanganan masalah lingkungan, masalah kebakaran hutan yang bisa menyebabkan penyakit dan masalah kesehatan juga merupakan salah satu tugas kemanusiaan yang harus ditangani.

“Untuk itu diperlukan suatu kesiapsiagaan,di samping tugas lainnya masalah lingkungan, masalah kebakaran hutan yang bisa menyebabkan penyakit dan masalah kesehatan juga merupakan salah satu tugas kemanusiaan yang harus ditangani, sebagai salah satu cara bagaimana menangani demam berdarah yaitu dengan membantu jangan terjadi banjir, jangan ada genangan, dan hidup yang bersih, jangan hanya tangkap ujungnya tetapi selesaikan juga awalnya, yaitu tindakan preventif karena itu dibutuhkan kampanye dan upaya-upaya lain, jangan menunggu bencana, apalagi terjadi bencana. PMR dan KSR yang jumlahnya ribuan ini harus dimanfaatkan untuk melaksanakan kampanye dan contoh kepada masyarakat, himbaunya.

“ Jika terjadi bencana media akan memberitakannya secara gencar tetapi jarang sekali diberitakan ibu meninggal karena pendarahan dan membutuhkan donor darah, dan jumlahnya yang meninggal bukan ratusan tetapi ribuan setiap tahunnya, kemudian juga orang yang menjalankan operasi dan kecelakaan yang membutuhkan transfusi darah, karena hal ini mandat maka kita yang bertanggungjawab tetapi banyak orang lain ikut bertanggung jawab, dan tugas ini harus kita selesaikan dengan baik” ungkapnya.

JK menjelaskan kondisi kebutuhan darah saat ini secara penuh 3% dan PMI memiliki target memenuhi 2% kebutuhan darah. Namun saat ini capaiannya 0’7%. Dari 230 juta penduduk kantong darah yang bisa dikumpulkan tahun lalu berkisar 1,7 juta kantong.

“ Jumlah ini menyebabkan masih adanya ibu yang meninggal karena kurang darah dan operasi yang tertunda karena tidak ada darah, untuk itu PMI harus melakukan upaya mencari pendonor. PMI harus aktif mencari pendonor dengan melakukan kampanye yang baik, jangan hanya donor yang bersifat upacara tetapi lakukan sebagai pengabdian demi kemanusiaan dan kita harus merubah menjadi gaya hidup artinya jika belum mendonor belum dianggap sempurna, ketinggalan zaman, karena itu cara yang dilakukan bukan orang yang datang ke PMI tetapi PMI datang ke orang” tegasnya.

JK juga memberikan penjelasan untuk mendirikan unit donor di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan, universitas dan tempat ibadah yang bersifat tetap.

“ Cara ini dilakukan sebagai tindakan nyata dengan langsung terjun ke masyarakat dan memberikan slogan baru bagi masyarakat bukan berjuang sampai titik darah penghabisan tetapi berjuang mulai dari tetesan darah pertama untuk kemanusiaan” jelasnya

JK juga menekankan prinsip kemandirian PMI dalam melaksanakan tugasnya dengan seminim mungkin meminta bantuan kepada PMI nasional dan pihak luar negeri.

“ PMI juga harus mandiri yang bekerja seperti koperasi yang tidak mencari untung dan bekerja sebagai pengantara amal masyarakat, kerjasama juga dapat dilakukan dengan pihak swasta seperti dealer motor dan mobil untuk mengadakan dan memperbaiki kendaraan operasional, untuk itu perlu mencari jalan bukan hanya melihat ke atas tetapi juga ke bawah dan kesamping” ungkapnya

PMI juga harus mampu menggugah masyarakat dan harus mencapai target. Target PMI saat ini untuk donor darah dalam dua tahun harus meningkat empat juta atau 2 %. Tahun ini target yang ditetapkan adalah tiga juta kantong dan angka ini harus terus naik, dan cara yang dilakukan adalah memperluas jangkauan himbauan di tempat ibadah dan universitas.

“ Jangkauan ini harus diperluas melalui tempat ibadah seperti mesjid dengan memasukkan himbauan setiap jumat, dan dirikan di kampus sekitar 100 unit peralatan transfusi darah, hal lain yang bisa dilakukan dengan melakukan pelatihan terhadap perawat yang sudah pensiun dan dengan memberikan honor, hal ini akan menjadi lebih mudah dan efisien, tempat lain yang bisa dijadikan tempat kampanye adalah tempat perbelanjaan. Saat ini PMI juga akan membangun pabrik kantong darah yang dalam waktu enam bulan ini bisa selesai dengan demikian tidak perlu mengimpor lagi” tegasnya.

JK juga menjelaskan pentingnya membangun citra PMI agar dicintai masyarakat dan dampak positif akan didapat PMI dalam memperoleh bantuan dari masyarakat dan akan mempermudah penanggulangan bencana. JK menargetkan program empat juta untuk empat hari, hal ini dituntut oleh tingginya kebutuhan darah

Sementara itu Gubernur Jambi dalam kata sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Provinsi Jambi mengatakan bahwa PMI merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan yang selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasarnya yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan,kenetralan dan kesemestaan.

“ Dari prinsip dasar ini , tentunya kegiatan PMI tidak hanya bergerak pada kegiatan tranfusi darah seperti yang dikenal selam ini, terutama di kalangan masyarakat umum, akan tetapi PMI juga mengemban misi social lain seperti penanggulangan bencana dalam masa darurat, pembinaan generasi muda, dan ikut menyosialisasikan kepada masyarakat tentang arti kesehatan serta berbagai gangguan penyakit jiwa” ungkapnya.

Gubernur juga menegaskan akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada PMI dan terus berupaya meningkatkan koordinasi, terutama dalam mengatasi bencana. Sementara itu Ketua Umum PMI Provinsi Jambi Drs. AM Firdaus, MSi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Ketua PMI, Ir. Ahmad Fauzi Ansori, MTP mengatakan bahwa Provinsi Jambi memiliki letak yang strategis karena berada di tengah pulau Sumatera dan merupakan lintasan penghubung dari Malaysia dan menuju Singapura. Selain itu Provini Jambi merupakan daerah berpotensi bencana seperti longsor, banjir, gempa, kebakaran dan angin putting beliung, letusan gunung berapi.

“ Penduduk Provinsi Jambi juga rentan mengalami bencana dikarenakan pemukiman penduduk yang berada disepanjang daerah aliran sungai Batanghari dan pemukiman penduduk sepanjang gugusan kaki bukit barisan serta sekitar gunung Berapi aktif yaitu Gunung Kerinci” ungkapnya.

Selama periode kepengurusan ini PMI provinsi Jambi menetapkan kegiatan utama penanggulangan bencana, pelayanan social kesejahteraan, komunikasi masyrakat, palang merah remaja, relawan PMI, serta kepegawaian dan tata usaha.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Umum PMI Pusat Budi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, unsur Muspida dan perwakilan Federasi Palang Merah Perancis dan Kanada Bob Harveu Gazeau dan Douglas Mc Donald (maria/Foto MArzuki)

Sumber : Biro Humas dan Protokol

http://www.jambiprov.go.id/?show=berita&id=1077&kategori=berita&title=JK%20Tidak%20Ada%20Jual%20Beli%20Darah%20di%20PMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: